Explore : Pelajaran dari Penumpang Kereta Api

Oke, kemarin saya habis menghadapi UAS buat semester 1. Hampir aja meninggal gara2 Kal-Kill-Us (Kalkulus Membunuh Kami) dengan segala hal2 keabstrakannya. Ya, moga-moga bisa dapat hasil yang memuaskan.

Mungkin di post kedua ini saya mau membagikan pelajaran yang saya dapat sebagai pengguna kereta siapa tahu bisa buat masukan pembaca sekalian. Saya sebagai pengguna kereta api KRL jurusan Depok-Jatinegara ga jarang ngelihat kejadian yang bikin saya tertarik buat memperhatikan habis itu renungin.

Yang pertama, jadi di dalam KRL itu sendiri kan ada tempat duduk (ya iyalah!). Nah, bagi yang belum pernah naik kereta  saya kasih gambaran deh. Jadi tempat duduknya itu di bagian sisi kanan sama kiri kereta. Habis itu di bagian tepi pojok depan sama belakang gerbong kereta ada tempat duduk prioritas namanya. Ini biasanya diprioritasin buat ibu-ibu membawa anak sama orang lansia. Pas satu hari, saya naik kereta (lupa nomor berapa yang penting tujuan Depok) itu ada poster pas di bagian dinding gerbong kereta. Posternya itu kartun dan ada 3 orang, yaitu nenek, wanita, sama laki2 paruh baya Kira-kira posternya mirip gini, ada nenek mau duduk di tempat prioritas. Tapi, wanita sama laki2 duduk tuh di tempat prioritas. Nah, si nenek ngomong dong kalau mau duduk. Tapi, laki2 paruh baya nya pura2 tidur. Dalam hati, dia ngomong mendingan pura-pura tidur. Si wanitanya ngomong kalau si laki2 ini ga tau malu.

Gara2 liat tuh poster, saya seakan-akan ngereview kejadian yang lalu. Pas itu, saya duduknya di tempat yang biasa sih. Tapi, ada ibu2 mau duduk gitu. Langsung aja, saya pura2 tidur soalnya udah pewe sama tempat duduknya. Ini poster jago nyindir juga. Soalnya sebagai makhluk sosial walaupun ga ada peraturan harus bisa peduli sama keadaan orang. Jadinya, mulai sekarang kalau saya dapat duduk lihat ibu-ibu bawa belanjaan banyak apalagi di stasiun Tanah Abang sama Manggarai langsung kasih tempat duduk saya buat ibu-ibu itu. Ya, ga ada maksud buat banggain diri sendiri sih.

Yang kedua, kebiasaan orang lain pentingin kenyamanan diri sendiri terlebih dulu. Ya, saya yakin ga cuma di kereta api aja tapi hampir di kehidupan sehari-hari kita bisa lihat ginian. Ini paling sering terjadi kalau udah masuk stasiun yang penumpangnya ramai. Harusnya aturannya kasih kesempatan buat penumpang kereta api dulu buat turun dari kereta baru penumpang yang mau naik kereta. Tapi aturan ini ga berlaku buat sebagian stasiun. Contohnya deh Stasiun Tanah Abang. Tanah Abang itu tempat yang udah terkenal banget buat belanja sandang. Ga jarang ibu2 bawa belanjaannya banyak habis itu gede lagi. Pas pintu kereta kebuka, udah kelihatan ibu-ibu bawa belanjaannya siap2 tuh mau naik kereta api. Sampai-sampai pada main american football dulu tuh biar bisa dapat tempat duduk. Ya, saya ngerti sih itu barang belanjaannya berat. Tapi, akan lebih baik sama-sama menjaga kenyamanan bersama.

Yang ketiga, penumpang kereta itu perlu diatur kedislipinannya sama kesabarannya. Jadi, kereta itu punya jadwal umum. Tapi, ada beberapa saat dimana keretanya ga bisa sampai sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Terus, ada saatnya dimana kereta sampai lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Ini nih yang bikin kesal. Soalnya saya sendiri sering dapat kereta gini. Untungnya sih ga telat.

Sip. Mungkin itu aja pelajaran yang bisa saya ambil. Point 1 dan 2 itu yang menurut saya bisa diambil buat renungan biar bisa mengubah perilaku kita untuk hidup bermasyarakat dengan baik.

Advertisements

2 thoughts on “Explore : Pelajaran dari Penumpang Kereta Api

  1. Giovani Anggasta

    Kalo biasanya mau turun dari kereta tuh susah banget. Yang naiknya enggak sabaran. Pernah tuh pas gua naik kereta dicegah gitu sama mbak”.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s