Category Archives: Express

Introvert yang Takut Kesendirian

Terdengar aneh bukan? Padahal introvert adalah sosok yang seharusnya nyaman dengan kesendirian. Ya, memang tidak masuk akal tapi saya tidak salah dalam menuliskan judulnya. 🙂

Pernah saya berpikir bagaimana jika seseorang yang introvert, sebut saja dia, mengalami sebuah kejadian yang mengubah rasa nyaman menjadi takut akan kesendirian. Bagimana jika seseorang yang selalu ada untuk mendengarkan ceritanya hingga berjam – jam, melakukan hal konyol bersama dan saling mendukung satu sama lain hilang dari kehidupannya. Ketika dia menjadikan orang tersebut, salah satu orang terpenting di hidupnya sehingga dia membagikan sebagian dari sumber kebahagiaan, yang sebelumnya utuh pada dirinya sendiri, kepadanya. Apakah dia akan tetap menjadi introvert? Mampu nyaman dengan kesendiriannya?

Apa yang dirasakan olehnya?

Rasa kehilangan? Tentu saja. Karena akan ada lubang yang belum ditutup ketika dia menjalani kehidupan sehari – harinya.

Rasa sedih? Tentu saja. Bagimana tidak ketika seseorang yang penting pergi dari hidupnya.

Kemungkinan terburuknya? Bagaimana jika dia tidak bisa bahagia karena sebagian dari sumber kebahagiaannya masih melekat pada orang tersebut? Bagaimana jika dia takut harus menjalani kehidupannya dan menghadapi kesendirian yang biasanya dia nikmati sebelum mengenal orang tersebut?

Setiap hari, dia berusaha untuk move on namun kenangan yang dilalui mereka berdua teringat secara jelas pada pikirannya. Mungkin 24 jam terasa lama baginya untuk melewati 1 hari. Bagaimana jika dia gagal padahal dia sangat ingin kembali menjadi introvert seperti sebelumnya? Rasa putus asa mulai menghantui dirinya.

Hari demi hari dia harus menjalani kehidupannya dan menghadapi rasa takut akan kesendirian, dia akhirnya menyadari bahwa dia belum mengambil kembali sebagian sumber kebahagiaan pada orang tersebut. Ketika dia mengambil kembali dan menyatukannya pada dirinya sendiri, dia akhirnya bisa kembali merasakan bahagia sepenuhnya.

Keesokan harinya, dia kembali menjadi seorang introvert yang normal. Dia kembali menjalin hubungan dengan teman-sahabat dan keluarga yang sebelumnya terasa semu. Dia memanfaatkan waktu sendirinya untuk meningkatkan kualitas dirinya. Dia sangat senang bisa kembali merasakan kebahagiaan yang sempat hilang.

Pada akhirnya, dia menyadari bahwa orang yang dapat membuatnya bahagia adalah dirinya sendiri. Dia tahu bahwa dia pantas untuk berbahagia.

Saya juga yakin dia pantas untuk kembali mengenal rasa bahagia.

Advertisements

Express : Yang Jauh Mendekat, yang Dekat Menjauh.

Yo, para readers dimana kalian berada sekarang. Kayanya udah lama gue ga bikin post baru lagu (Bukan kayanya, emang iya). Maklum, lagi jadi anak rumahan selama liburan wkwk.


Oke. Let’s back to the topic.

Pernah ga ngalamin sahabat lu yang dekat banget sama lu buat jangka waktu yang lama (ya istilahnya soulmate lu) setelah ga sering ketemu lagi serasa ga kenal satu sama lain?

Pernah juga ga lu merasa temen yang sekedar temen doang tiba – tiba bisa ngehubungin lu duluan dan ngobrolin banyak hal?

Gue sendiri terdorong bikin post ini gara – gara temen gue,yang udah lama banget ga saling kontak, ngeadd pin BB gue dan memulai chatting layaknya temen yang udah lama ga ketemu (nanyain kabar, kuliah dimana, dll.) Lama kelamaan, chatnya makin mendalam dan saking asik chattingnya sampai lupa kalau udah masuk waktu tidur.

Sekilas aja, temen yang gue maksud namanya Vincent Daniel (sama kaya nama gue, cuma gue ga pakai Daniel), temen SD sampai SMP gue pas gue masih di Kalimantan Barat. Menurut gue pribadi, dia orangnya communication skill-nya top sekali soalnya bahasanya dalam, ceplas-ceplos, sama dia pekerja keras. Sekarang dia lagi kuliah di Mercu Buana sambil kerja jadi staff di Pelabuhan apa gitu namanya.  Gue masih ingat pas SD, dia pernah bikin gue nangis gitu gara – gara dia ngomong 2 kata, yaitu “Nangis lu!”. Langsung deh gue nangis sambil jongkok, maklum dulu SD gue terkenal cengengnya. Haha.

IMG_20140515_221255

Vincent Daniel (kemeja)

 

Gue mau ngucapin makasih banyak ke dia (kalau dia baca post ini), soalnya dia ada niat buat cari gue duluan. Dia ngajarin gue banyak hal tentang dunia kerja sama kasih kritik buat wordpress ini. Yang gue bisa ambil sih, jangan lupa buat keep in touch sama temen yang sekalipun sekedar temen aja.

Oh iya, kalau misalnya sahabat yang udah lama ga saling berhubungan, kita bisa kontak mereka terlebih dahulu. Tanyakan kabar sampai kalau ada kesempatan ajak ketemuan langsung untuk memulihkan hubungan yang sudah lama vakum. Terkadang terlihat KEPO sama orang lain itu ga masalah, yang penting niatnya itu karena kita care sama mereka.


Karena gue sadar tampilan blog ini agak kosong, gue lagi bikin blog baru pakai wordpress offline. Ya, masih lagi dalam tahap pengembangan sih.

Kira – kira begini lah penampakannya.

Deadline masih belum bisa ditentukan

Deadline masih belum bisa ditentukan

Express : Writing a Tulisan

Gue Vincent, seorang mahasiswa yang terjebak dalam waktu dan tempat.
Ini jadi post pertama saya di wordpress saya.
Simplenya, disini sesuai dari nama wordpress gue “Explore and Experience”, gue bakal ngeshare pengalaman gue sebagai mahasiswa yang siapa tau bisa berguna buat reader sekalian. Semoga kedepannya, gue bisa menulis sesuatu yang absurd tapi bisa diambil manfaatnya. (Ya.. Semoga..). Gue kira itu aja yang bisa gua sampaikan di post pertama. Thank you.